Aliansi Mahasiswa Muna Barat Geruduk Badan Wilayah Sungai Sulawesi IV: Copot dan Periksa Oknum di Balik Proyek Drainase Bermasalah di Kelurahan Waumere

-

127 Views

Aliansi Mahasiswa Muna Barat berfoto bersama Humas di Kantor Badan Wilayah Sungai Sulawesi IV, (Foto: Istimewa)

Sekilassultra.com, Kendari – Aliansi Mahasiswa Muna Barat menggelar aksi demonstrasi keras di kantor Badan Wilayah Sungai Sulawesi IV sebagai bentuk kekecewaan dan kemarahan terhadap dugaan kuat praktik korupsi dalam proyek drainase di Kelurahan Waumere.

Massa aksi menilai proyek tersebut sebagai bentuk nyata kegagalan pengawasan dan indikasi penyalahgunaan anggaran. Pasalnya, proyek yang baru saja selesai dikerjakan itu telah mengalami kerusakan berupa retakan di berbagai titik. Kondisi ini mempertegas dugaan bahwa pembangunan dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar teknis yang semestinya.

Tidak hanya itu, massa juga menemukan fakta bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi. Hal ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip transparansi publik, sekaligus membuka ruang besar bagi praktik penyimpangan anggaran.

Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Nur Adil atau yang dikenal sebagai Asep Sastra, dengan tegas menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak bisa lagi ditoleransi.

“Ini bukan sekadar kelalaian, ini sudah mengarah pada dugaan korupsi. Bagaimana mungkin proyek yang baru selesai sudah retak? Metode kerjanya pun sangat tidak masuk akal, hanya menyusun batu lalu langsung dituangkan campuran tanpa proses yang layak. Ini jelas merugikan negara dan masyarakat,” tegasnya dalam orasi lantang.

Asep juga menyoroti tidak adanya pemberdayaan masyarakat lokal dalam proyek tersebut. Menurutnya, selain kualitas yang buruk, proyek ini juga gagal memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Anggaran negara digunakan, tapi masyarakat setempat tidak dilibatkan. Ini bentuk ketidakadilan yang nyata,” tambahnya.

Dalam tuntutannya, Aliansi Mahasiswa Muna Barat secara tegas mendesak:

  1. 1. Dilakukannya audit menyeluruh terhadap proyek drainase di Waumere.
  2. Pencopotan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
  3. Penegakan hukum tanpa pandang bulu jika terbukti terjadi praktik korupsi.
  4. Transparansi penuh terkait anggaran dan pelaksanaan proyek.

Massa juga memperingatkan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera direspons, gelombang aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar.

“Ini baru awal. Jika tidak ada kejelasan, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar,” tutup Asep Sastra dengan nada tegas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Scroll to Top