Skuad Tim Futsal SMA Negeri 2 Kambowa
KENDARI, Sekilassultra.com – Bukan soal fasilitas. Bukan pula soal siapa yang datang dengan persiapan paling lengkap. Bagi skuad futsal SMA Negeri 2 Kambowa, yang paling penting adalah keberanian untuk bertarung dan membawa nama Kabupaten Buton Utara.
Bertarung di tengah kepungan sekitar 40 tim SMA se-Sulawesi Tenggara, anak-anak Kambowa membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.
SMA Negeri 2 Kambowa menjadi salah satu wakil Buton Utara dalam kejuaraan futsal antarpelajar SMA se-Sultra yang disponsori EKSIS dan berlangsung di Gedung Sport Center ASR Kendari.
Perjuangan mereka pun mulai membuahkan hasil. Dalam pertandingan yang berlangsung tadi malam, skuad SMA 2 Kambowa sukses mengalahkan SMA Negeri 1 Kolaka dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen.
Namun, perjuangan mereka belum selesai.
Di balik kemenangan itu, tersimpan cerita tentang anak-anak daerah yang harus berjuang dengan segala keterbatasan. Mereka datang bukan dengan kemewahan fasilitas, tetapi membawa tekad untuk membuktikan bahwa talenta dari pelosok Buton Utara juga layak diperhitungkan.
“Kami hanya bermodalkan semangat, tetapi tidak pernah mengenal kata menyerah,” demikian semangat yang menjadi pegangan para pemain.
Kapten tim SMA 2 Kambowa, Roki, pun menyampaikan harapan agar perjuangan mereka mendapat perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara.

“Kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara. Kami membawa nama daerah dan ingin menunjukkan bahwa anak-anak Kambowa juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat Sulawesi Tenggara bahkan nasional,” harap Roki.
Kini, target mereka semakin besar. Jika mampu menembus grand final, perjuangan SMA 2 Kambowa akan berlanjut ke Istora Senayan, Jakarta, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp950 juta.
Bagi mereka, setiap pertandingan bukan sekadar mengejar kemenangan. Setiap gol adalah perjuangan. Setiap peluit pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan diri.
Dari Kambowa, mereka datang membawa nama Buton Utara. Dari Kendari, mereka mencoba membuka jalan menuju Senayan.
Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat Buton Utara tentu menjadi energi tambahan bagi anak-anak muda yang tengah mempertaruhkan kemampuan dan harga diri daerah di lapangan futsal.
40 tim bertarung. SMA 2 Kambowa tidak datang untuk sekadar ikut. Mereka datang untuk melawan, menang, dan membawa nama Buton Utara sejauh mungkin.








