Selamatkan Tanaman Pangan dari Kekeringan, Bupati Buton Utara Kerahkan Mobil Tangki Salurkan Air ke Sawah

-

221 Views

Bupati Buton Utara Kerahkan Mobil Tangki Salurkan Air ke Sawah

BUTON UTARA, Sekilassultra.com – Pemerintah Kabupaten Buton Utara bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang mulai mengancam lahan pertanian masyarakat. Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, S.H., M.H., turun langsung meninjau kondisi sawah yang terdampak kekeringan di Desa Soloy Agung, Kecamatan Kulisusu Barat, Sabtu (8/8/2026).

Untuk mencegah tanaman padi mengalami kekurangan air hingga berujung pada gagal panen, Pemerintah Kabupaten Buton Utara bekerja sama dengan Satgas Kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menyalurkan bantuan air menggunakan mobil tangki ke sejumlah areal persawahan yang terdampak.

Bupati Buton Utara didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) La Ode Husima bersama tim Bidang Sumber Daya Air (SDA), Penjabat Kepala Desa Soloy Agung, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani setempat. Mereka turun langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan.

Bupati mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan air bagi tanaman pangan tetap tersedia selama kondisi kekeringan berlangsung.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas PUPR Buton Utara, La Ode Husima, luas areal persawahan yang terdampak kekeringan sementara ini mencapai sekitar 117 hektare.

Rinciannya, sekitar 17 hektare berada di Desa Lahumoko, 50 hektare di wilayah Buranga, Desa Waode Angkalo, serta 50 hektare lainnya berada di Lambale, Desa Soloy Agung.

Penurunan debit air pada sejumlah saluran irigasi akibat musim kemarau membuat pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi dengan mendatangkan pasokan air menggunakan mobil tangki.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buton Utara juga telah meminta dukungan BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menambah armada mobil tangki guna mempercepat penyaluran air ke areal persawahan yang terdampak.

La Ode Husima menjelaskan, distribusi air akan dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Dinas terkait akan terus memantau kondisi lahan pertanian dan memastikan pasokan air tetap tersedia agar tanaman padi petani dapat bertahan hingga masa panen.

“Jumlah tangki air yang didatangkan akan terus ditambah dan dioperasikan selama musim kemarau. Kami bersama dinas terkait akan memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sehingga tanaman padi petani terhindar dari risiko gagal panen,” ungkapnya.

Untuk pengairan sawah di Desa Soloy Agung, pemerintah daerah akan memanfaatkan sumber air terdekat. Salah satunya berasal dari sumur JIAT yang berjarak sekitar 300 meter dari areal persawahan, serta memanfaatkan air dari saluran irigasi primer Bendungan Soloy Agung.

Di tengah kondisi kemarau panjang, Bupati Buton Utara juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada periode puncak musim kemarau Agustus hingga September 2026.

Pemerintah Kabupaten Buton Utara memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta instansi teknis terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi ketahanan pangan daerah dari ancaman kekeringan selama musim kemarau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Scroll to Top