KOMPAK: Guru-guru SMAN 8 Konawe Selatan semangat dan antusias mengikuti Bimtek Literasi Numerasi yang digelar di SMAN 8 KONSEL.
Konawe Selatan, Sekilassultra.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik terus dilakukan sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Sebanyak enam sekolah penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi di Aula SMAN 8 Konawe Selatan, Minggu (6/9/2026).
Kepala SMAN 8 Konawe Selatan, La Ode Sanando, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas guru, khususnya dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi di sekolah.
Menurutnya, Bimtek tidak semata-mata membahas aspek administrasi pengelolaan Dana BOS, tetapi diarahkan agar pemanfaatan anggaran benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, sekaligus memastikan pengelolaan Dana BOS berjalan amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Sanando.
Sebagai tuan rumah, SMAN 8 Konsel sekaligus menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan materi penguatan digitalisasi pembelajaran dengan durasi delapan jam pelajaran (JP).
Adapun pembagian lokasi dan materi kegiatan dalam Gugus Empat meliputi:
1. SMAN 8 Konsel — Penguatan digitalisasi, 8 JP.
2. SLBN 1 Konsel — Bimbingan penguatan literasi dan numerasi, 8 JP.
3. SMPN 55 Konsel — Bimbingan teknis penguatan tata kelola satuan pendidikan, 7 JP.
4. SDN 3 Wolasi — Orientasi dan pengoperasian dasar PID, 3 JP.
5. SDN 2 Konda — Mendesain pembelajaran interaktif, 3 JP.
6. SDN 15 Konda — Produksi konten pembelajaran digital, 3 JP.
“Enam sekolah ini masuk dalam draf pembagian lokasi dan materi kegiatan untuk Gugus Empat,” kata Sanando.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Bimtek ini bukan hanya soal administrasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi bagaimana dana tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” tegasnya.
Sanando berharap peningkatan kapasitas guru melalui kegiatan tersebut dapat berujung pada perubahan positif dalam proses belajar mengajar di ruang kelas.
“Kami berharap semua teman-teman guru makin bertambah ilmunya sehingga bisa berdampak positif pada murid-muridnya,” ungkapnya.
Alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Jurusan Kimia itu menambahkan, kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon kelancaran dan keberkahan selama pelaksanaan Bimtek.
Para peserta kemudian mendapatkan berbagai materi, mulai dari konsep literasi dan numerasi, strategi pembelajaran di kelas, hingga pemanfaatan data hasil asesmen sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran.
Menurut Sanando, penguatan kompetensi guru melalui Bimtek tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai dan ditutup dengan komitmen bersama para peserta untuk menindaklanjuti hasil Bimtek melalui praktik pembelajaran di sekolah masing-masing.
Salah seorang peserta Bimtek, Peningkatan, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para guru.
“Ilmunya sangat aplikatif. Kami jadi lebih paham cara mengintegrasikan literasi numerasi di semua mata pelajaran, tidak hanya di Bahasa Indonesia dan Matematika,” katanya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan oleh para peserta di sekolah masing-masing sehingga mampu meningkatkan semangat dan kualitas belajar peserta didik.
“Apalagi kegiatan ini diikuti enam sekolah. Tentu kami berharap hasilnya bisa memberikan dampak positif bagi sekolah dan murid-murid,” pungkasnya. (Mus)
Penulis: Tim Humas SMAN 8 Konsel









