Wakil Ketua II DPRD Butur, Fatriah: Kami Menghimbau Kepada Warga Waspada Terhadap Potensi Bencana di Musim Penghujan

-

63 Views

Wakil Ketua II DPRD Butur Fatriah, S.Pd., MH

SEKILASSULTRA.COM, Buton Utara –Memasuki musim penghujan di awal tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur), Fatriah, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Menurutnya, langkah antisipasi menjadi hal yang sangat krusial mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Intensitas curah hujan yang tinggi berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di sejumlah wilayah Kabupaten Buton Utara.

Ia menekankan bahwa situasi cuaca yang tidak menentu harus disikapi dengan kesiapsiagaan penuh, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat secara mandiri. Upaya mitigasi bencana, kata dia, tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan sejak dini.

Seperti yang dilansir dari Buton Raya Pos, Fatriah menilai pemetaan wilayah rawan bencana merupakan langkah awal yang sangat penting dan tidak boleh ditunda. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah daerah dapat lebih mudah menentukan prioritas penanganan serta meminimalisir risiko kerugian, baik materiil maupun korban jiwa.

“Kami meminta seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah bantaran sungai agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba. Koordinasi antara aparat desa dengan BPBD harus dipastikan berjalan cepat agar respons tanggap darurat bisa segera dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Fatriah, Minggu (11/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Butur, Made Alwi, bersama Pj. Kepala Desa Torombia. (Istimewa)

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Buton Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dalam beberapa hari terakhir intens turun ke lapangan. Menurutnya, pemantauan langsung kondisi wilayah serta pemetaan potensi bencana merupakan upaya nyata yang perlu terus diperkuat, terutama ditengah cuaca ekstrem yang melanda.

Selain itu, Fatriah mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan banjir dan bencana alam pada tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut, kata dia, perlu dijadikan dasar untuk menyusun pola mitigasi yang lebih efektif dan responsif pada tahun 2026, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang tanpa solusi yang signifikan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana. Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak buruk akibat perubahan cuaca dan kerusakan lingkungan.

“Mari kita jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di saluran air dan tetap tenang namun waspada dalam menghadapi anomali cuaca saat ini, selain itu imbauan juga disampaikan kepada seluruh pihak untuk menjaga kawasan hutan di Buton Utara,” pungkas Fatriah.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa, serta masyarakat, Fatriah berharap potensi bencana di musim penghujan dapat diantisipasi dengan lebih baik. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana demi terwujudnya Buton Utara yang lebih tangguh menghadapi risiko alam. (Adv)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Scroll to Top